Ngga terasa, sebulan lebih berlalu setelah gue balik dari Thailand. Dan naskah buku traveling gue juga hampir selesai. Ini bakal jadi pengalaman pertama gue nulis buku directory buat backpacker.
Sedikit cerita tentang Thailand, tahu ngga kalo kebanyakan turis indonesia itu banyak di temui cuma di Bangkok, apalagi kalo bukan untuk belanja. Sementara, di kota-kota lain seperti Chiang Mai, jarang banget bisa ketemu backpacker dari Indonesia.
Bukan hal baru, jika Thailand menjadi tujuan wisata turis manca negara. Paling tidak dilaporkan bahwa sebanyak 23,9%% warga Korea Selatan memilih Thailand sebagai tempat tujuan wisata bulan madu favorit. Angka ini adalah yang tertinggi, diikuti oleh Hawaii, Bali dan Eropa Barat. Tak heran jika warga Korea Selatan termasuk penyumbang kunjungan wisatawan terbesar ke Thailand. Selain warga Korea Selatan yang menempati posisi ke 5, Department of Tourism Thailand menyebutkan bahwa warga Malaysia menempati posisi tertinggi ( 2,47 juta orang). Dibawahnya ada China (1,76 juta orang), Jepang (1,12 juta orang) dan Rusia 1,01 juta orang). Sementara di Bawah Korea Selatan ( 1,01 juta orang), berturut-turut ditempati oleh India, Laos, Australia, Inggris dan Amerika. Pada tahun 2011, dilaporkan jumlah turis asing yang berkunjung ke Thailand adalah 19,1 juta orang dan 55% dari turis yang datang adalah return visitor.

The Wooden Tample. Tample yang dibangun dengan uang pribadi oleh salah seorang warga Thailand. Bukan hal baru kalau orang kaya atau seniman di Thailand membangun temple pribadi yang sekaligus mengharumkan nama kotanya.. Sumber: Koleksi pribadi

The Wooden Tample. Sumber:Koleksi Pribadi

Tuk Tuk. Kendaraan khas Thailand. Sumber: Koleksi Pribadi
Karena orang Indonesia jarang terlihat, kecuali di mal-mal kota Bangkok, menarik untuk bertanya “apa yang warga Thailand tahu soal Indonesia” . Dan kebetulan, gue banyak waktu bertanya pada orang awam, dalam hal ini para supir angkutan umum yang gue temui, yang sebagian sudah melatih diri untuk berbahasa ingris. Ternyata mereka punya pengetahuan yang minim soal Indonesia. Mau tahu apa yang ada di kepala mereka soal Indonesia? Ini dia:
- Indonesia itu nama lain dari Borneo. Dan salah satu supir yang gue temui, menyebut Indonesia dengan “Orang Utan Country”, karena dia pikir sebagian besar wilayah Indonesia itu hutan dan penduduk indonesia sedang rebutan wilayah dengan Orang Utan. Mungkin ini karena santernya berita pembantaian Orang Utan di Kalimantan. (Gue sempet mikir, nih orang apa ngga nonton berita, atau seumur hidup cuma nonton film DR MONROE-nya Val Kimer.
-Supir lain menyangka Papua New Guenia itu bagian Indonesia.Kwak kwawwww… mungkin dia pikir orang Indonesia masih pada pake koteka. (Gue langsung mau nutupin muka pake parabola begitu tuh supir ngomong begitu)
-Supir lain tidak tahu kalau Jakarta itu ibu kota Indonesia. Dan ngga percaya kalau di Jakarta, banyak gedung tinggi.Tentu, dengan susah payah, gue berusaha menjelaskan (termasuk pembangunan yang tidak merata). Sayangnya, sang supir bilang kalo di TV, “daerah tertinggal” di Indoensia lah yang sering dia tonton.
-Thailand punya batik dan mereka ngga pernah denger kalo batik sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai kekayaan budaya yang berasal dari Indonesia. Dan sebagian pedagang baju lebih percaya kalau batik adalah buatan China daripada Indonesia. Secara, produk garmen dari China juga sudah mulai menguasai Thailand.
-Bali adalah negara terpisah dari Indonesia. Bahkan salah satu portal perjalanan wisata memasukan Bali sebagai nama negara, berdampingan dengan Vietnam, Philippine dan Singapore. Terus nama Indonesia? Ngga disebut! Kwak kwaaaaaaaw….
Yup, walau itu ngga mewakili semua orang Thailand, karena semua supir ada di luar kota Bangkok dan secara pendidikan juga rendah. Anggap lah semua nara sumber itu cuma orang bodoh yang ngga perlu didengar pendapatnya.Tapi tetep aja miris karena ternyata hal-hal negatif dari Indonesia lebih dikenal dari hal positifnya.
Emang sih, pas gue nonton berita TV Thailand, gue berasa beda banget sama nonton TV lokal di Indonesia yang isinya selau hal negati yang itu-itu saja, kalo ngga ormas tertentu yang asyik ngebakarin tempat ibadah Ahmadiyah (tentunya sambil dijaga aparat impoten), mahasiswa ngebajak mobil plat merah karena ngga bisa ketemu aparat pemerintahnya, warga ngebakar gedung walikota gara-gara ngga puas dengan pilkada. Di Thailand, banyak banget berita tentang pertukaran budaya dan hal-hal yang menyangkut pembangunan. Yang namanya berita, ada gambar gubenur trus ada orang-orang nari atau nonton kerajinan tangan, duhhhh kayaknya sering banget. Dan yang namanya gubenur di sana, kayaknya sering ngadain kunjungan pertukaran budaya (Pas gue nonton berita, kayaknya lagi santer kerja sama budaya dengan India). Kalo ada berita yang rada serem, cuma ada berita truck BBM kebakar, berita kemacetan Bangkok, dan rumah kebakaran (mungkin karena semrawutnya kabel listrik di sana). Yang rada kriminal, ada satu, orang stress yang nyulik anak tetangganya. Yah, beda banget sama berita kriminal di Indonesia yang terorganisir. tawuran warga, kelompok intoleran yang nyerang kelompok lain dan… bla bla bla, capeeee deh.
Bagaimana dengan berita tentang Indoensia di Thailand. Akhirnya ada dua berita yang sempet gue nonton. Satu gue tonton di kamar dan satu di cafe. Apa ya beritanya?
-Karena keberangkatan gue pas banget sama maraknya demo anti kenaikan BBM, jadi yah salah satunya berita mahasiswa yang merusak gedung milik pemerintah.
-Berita, oknum ormas berpakaian seperti “*PI” yang merusak properti milik orang lain.
Berita tentang demo BBM, gue tonton di cafe dan dari salah satu meja yang kayaknya diisi turis Eropa cuma terdengan percakapan: What is that? Indonesia? Very riot country!
Sayang sekali, padahal ngga semua Indonesia seperti itu. Contohnya: Bali. Mungkin itu sebabnya, turis asing nganggap Bali itu sebagai negara terpisah di luar Indonesia. Ck ck ck….

Patung GWK. Ini dia di Indonesia, yang beginian ngga selesai-selesai. Mungkin, ada yang mikir kalo bangun patung beginian, ntar otomatis seluruh penduduk Indonesia jadi penyembah berhala. Sumber: Koleksi Pribadi.

Gedung di depan musium Batavia ini kondisinya ngga terawat. Padahal kota tua di jakarta lebih bagus dari di thailand. Terutama di daerah Kota.
Well, pada akhirnya harum atau busuknya nama kita di telinga orang lain, itu semua tergantung cara hidup kita sendiri.
-6.200000
106.883000
Like this:
Be the first to like this post.